Asmaul Husna, 99 Beautiful Names of Allah

Selasa, 31 Agustus 2010

Free Download Qur'an MP3 | Complete Quran MP3 Files

Free Download Qur'an MP3 | Complete Quran MP3 Files

Anda bisa mendapatkan Free Download Qur'an MP3 disini. Saya akan memberikan link download Al-Qur’an lengkap dalam bentuk MP3 dimana saya akan mereferensikan sebuah website penyedia Free Download Complete Quran MP3 Files.

Cara atau langkah-langkah men-download mp3 quran secara gratis adalah sebagai berikut:

1. Masuk ke sini

2. Pilih surat (sura) yang ingn Anda download


3. Klik "Download all in one zip file" untuk men-download-nya sekaligus (dalam bentuk .*ZIP).


4. Tunggu sejenak hingga muncul kotak dialog. Pilih "Save File", lalu klik OK.


Atau Anda juga bisa memanfaatkan quick links di bawah ini:
Semoga link Free Download Qur'an MP3 alias download al-quran mp3 lengkap gratis ini bermanfaat bagi Anda. Selamat men-download, dan terima kasih.

----------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 24 Agustus 2010

Indo Religi 2010 Collections II




Download Lagu Opick - Tiada Duka Yang Abadi mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Opick - Tiada Duka Yang Abadi gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Opick - Tiada Duka Yang Abadi agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------

Teuku Wisnu - Niat Puasa.Mp3





Download Lagu Teuku Wisnu - Niat Puasa mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Teuku Wisnu - Niat Puasa gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Teuku Wisnu - Niat Puasa agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------

Sasi Mosaik & Idam Rockeast - Ya Allah Bihusnilkhotimah.Mp3




Download Lagu Sasi Mosaik & Idam Rockeast - Ya Allah Bihusnilkhotimah mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Sasi Mosaik & Idam Rockeast - Ya Allah Bihusnilkhotimah gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Sasi Mosaik & Idam Rockeast - Ya Allah Bihusnilkhotimah agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

-------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------

Umay - Belajar Puasa.Mp3




Download
Umay - Belajar Puasa.Mp3
[high speed download]

Download
Umay - Belajar Puasa.Mp3
[4shared]



Download Lagu Umay - Belajar Puasa mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Umay - Belajar Puasa gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Umay - Belajar Puasa agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

--------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------

Ten2Five - Cintaku Pada Nya (Shalawat).Mp3




Download Lagu Ten2Five - Cintaku Pada Nya (Shalawat) mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Ten2Five - Cintaku Pada Nya (Shalawat) gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Ten2Five - Cintaku Pada Nya (Shalawat) agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

Ihsan (Idol) - Tombo Ati.Mp3




Download Lagu Ihsan (Idol) - Tombo Ati mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Ihsan (Idol) - Tombo Ati gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Ihsan (Idol) - Tombo Ati agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

---------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------

The Arians - Mohon Ampun.Mp3




Download Lagu The Arians - Mohon Ampun mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi The Arians - Mohon Ampun gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING The Arians - Mohon Ampun agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

---------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------

Dwi Andhika - Hanyalah KepadaMu.Mp3






Download Lagu Dwi Andhika - Hanyalah KepadaMu mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Dwi Andhika - Hanyalah KepadaMu gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Dwi Andhika - Hanyalah KepadaMu agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------

Pudja - Menuju Kemenangan.Mp3




Download Lagu Pudja - Menuju Kemenangan mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Pudja - Menuju Kemenangan gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Pudja - Menuju Kemenangan agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------

Checyl - Tuhan Tolonglah.Mp3




Download Lagu Checyl - Tuhan Tolonglah mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Checyl - Tuhan Tolonglah gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Checyl - Tuhan Tolonglah agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

-------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------

Slima - Satu Jiwa [high speed].Mp3




Download Lagu Slima - Satu Jiwa mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Slima - Satu Jiwa gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Slima - Satu Jiwa agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------

18.8.10

Parafien - Teganya.Mp3



Download Lagu Parafien - Teganya mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Parafien - Teganya gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Parafien - Teganya agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

---------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------

Dimas Beck - Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya.Mp3




Download Lagu Dimas Beck - Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Dimas Beck - Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Dimas Beck - Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

-------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------

Snada - Penolong Sejati.Mp3




Download Lagu Snada - Penolong Sejati mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Snada - Penolong Sejati gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Snada - Penolong Sejati agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

Stereo - Sujud (Nafas Kasih).Mp3




Download Lagu Stereo - Sujud (Nafas Kasih) mp3 gratis,lagu dari artis,band,musisi Stereo - Sujud (Nafas Kasih) gratis hanya untuk review lagu. Belilah CD original dan gunakan Nada sambung pribadi NSP, RBT I-RING Stereo - Sujud (Nafas Kasih) agar mereka tetap bisa berkarya dengan lagu terbaru lainnya.

-------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------

Rabu, 18 Agustus 2010

Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah ( Suryalaya )

Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah
Pondok Pesantren Suryalaya

Syaikh Ahmad Khatib memiliki banyak wakil, di antaranya adalah: Syaikh Abdul Karim dari Banten, Syaikh Ahmad Thalhah dari Cirebon, dan Syaikh Ahmad Hasbullah dari Madura, Muhammad Isma'il Ibn Abdul Rahim dari Bali, Syaikh Yasin dari Kedah Malaysia, Syaikh Haji Ahmad dari Lampung dan Syaikh Muhammad Makruf Ibn Abdullah al-Khatib dari Palembang. Mereka kemudian menyebarkan ajaran tarekat ini di daerah masing-masing.

Penyebaran ajaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah di daerah Sambas Kalimantan Barat (asal Syaikh Ahmad Khatib) dilakukan oleh dua orang wakilnya yaitu Syaikh Nuruddin dari Philipina dan Syaikh Muhammad Sa'ad putra asli Sambas. Baik di Sambas sendiri, maupun di daerah-daerah lain di luar pulau Jawa, Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah tidak dapat berkembang dengan baik. Keberadaan tarekat ini di luar pulau Jawa, termasuk di beberapa negara tetangga berasal dari kemursyidan yang ada di pulau Jawa. Penyebab ketidakberhasilan penyebaran tarekat ini di luar pulau Jawa adalah karena tidak adanya dukungan sebuah lembaga permanen seperti pesantren.

Setelah Syaikh Ahmad Khatib wafat (1878), pengembangan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dilakukan oleh salah seorang wakilnya yaitu Syaikh Tolhah bin Talabudin bertempat di kampung Trusmi Desa Kalisapu Cirebon. Selanjutnya Beliau disebut Guru Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah untuk daerah Cirebon dan sekitarnya. Salah seorang muridnya yang bernama Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad yang kemudian dikenal sebagai Pendiri Pondok Pesantren Suryalaya. Setelah berguru sekian lama, maka dalam usia 72 tahun ,beliau mendapat khirqah (pengangkatan secara resmi sebagai guru dan pengamal ) Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dari gurunya Mama Guru Agung Syakh Tolhah Bin Talabudin ( dalam silsilah urutan ke 35 ). Selanjutnya Pondok Pesantren suryalaya menjadi tempat bertanya tentang Thoreqat Qodiriyah Naqsabandiyah.

Dengan demikian , Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra. dalam silsilah Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah berada pada urutan ke 36 setelah Syaikh Tholhah bin Talabudin ra.

Syaikh Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad di kalangan para ikhwan (murid-muridnya) lebih dikenal dengan panggilan "Abah Sepuh".karena usia beliau memang sudah tua atau sepuh, saat itu usianya sekitar 116 tahun. Di antara murid-murid beliau ada yang paling menonjol dan memenuhi syarat untuk melanjutkan kepemimpinan beliau. Murid tersebut adalah putranya sendiri yang ke-5 yaitu KH.A. Shohibulwafa Tajul Arifin diangkat sebagai (wakil Talqin) dan sering diberi tugas untuk melaksanakan tugas-tugas keseharian beliau, oleh karena itu para ikhwan tarekat memanggil beliau "Abah Anom " (Kyai Muda) karena usianya sekitar 35 tahun. Sepeninggal Syaikh Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad sebagai mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah yang berpusat di Pondok Pesantren Suryalaya dilanjutkan oleh KH.A. Shohibulwafa Tajul Arifin ( Abah Anom) sampai sekarang, beliau mempunyai wakil talqin yang cukup banyak dan tersebar di 35 wilayah, termasuk Singapura dan Malaysia.

Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah adalah sebuah tarekat yang berdiri pada abad XIX M. oleh seorang sufi besar asal Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika intelektual umat Islam Indonesia pada saat itu cukup memberikan sumbangan yang berarti bagi sejarah peradaban Islam, khususnya di Indonesia. Kemunculan tarekat ini dalam sejarah sosial intelektual umat Islam Indonesia dapat dikatakan sebagai jawaban atas "keresahan Umat" akan merebaknya ajaran "wihdah al-wujud" yang lebih cenderung memiliki konotasi panteisme dan kurang menghargai Syari'at Islam. Jawaban ini bersifat moderat, karena selain berfaham syari'at sentris juga mengakomodasi kecenderungan mistis dan sufistis masyarakat Islam Indonesia.

Pesatnya perkembangan tarekat ini rupanya tidak terlepas dari corak dan pandangan kemasyarakatan. Contoh kiprah kemasyarakatan termasuk dalam masalah politik yang diperankan oleh mursyid tarekat ini memberikan isyarat bahwa tarekat ini tidak anti duniawi (pasif dan ekslusif). Dengan demikian, kesan bahwa tarekat adalah lambang kejumudan sebuah peradaban tidak dapat dibenarkan.

Azas Tujuan Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah
Pondok Pesantren Suryalaya

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ilahi Anta Maqshuudii Waridloka Mathluubi A’thini Mahabbataka wa Ma’rifataka

Artinya : Ya Tuhanku ! hanya Engkaulah yang ku maksud, dan keridlaan Mulah yang kucari. Berilah aku kemampuan untuk bisa mencintaiMu dan ma’rifat kepadaMu.

Doa tersebut diatas oleh para ikhwan Thoriqah Qadiriyah Naqsayabandiyah wajib dibaca dua kali.

Dalam doa tersebut mengandung tiga bagian :

  1. Taqorub terhadap Allah SWT.
    Ialah mendekatkan diri kepad Allah dalam jalan ubudiyah yang dalam hal ini dapat dikatakan tak ada sesuatunyapun yang menjadi tirai penghalang antara abid dan ma’bud, antara choliq dan makhluq.
  2. Menuju jalan mardhotillah
    Ialah menuju jalan yang diridloi Allah SWT. baik dalam ubudiyah maupun di luar ubudiyah, jadi dalam segala gerak-gerik manusia diharuskan mengikuti atau mentaati perintah Tuhan dan menjauhi atau meninggalkan larangan-NYA.
    Hasil budi pekerti menjadi baik, akhlak pun baik dan segala hal ikhwalnya menjadi baik pula, baik yang berhubungan dengan Tuhan maupun yang berhubungan dengan sesama manusia atau dengan mahluk Allah dan insya Allah tidak akan lepas dari keridloan Allah SWT.
  3. Kemahabbahan dan kema’rifatan terhadap Allah S.W.T
    Rasa cinta dan ma’rifat terhadap Allah “Dzat Laisa Kamitslihi Syaiun” yang dalam mahabbah itu mengandung keteguhan jiwa dan kejujuran hati. Kalau telah tumbuh Mahabbah, timbullah berbagai macam hikmah di antaranya membiasakan diri dengan selurus-lurusnya dalam hak dhohir dan bathin, dapat pula mewujudkan “keadilan” yakni dapat menetapkan sesuatu dalam haknya dengan sebenar-benarnya. Pancaran dari mahabbah datang pula belas kasihan ke sesama makhluk diantaranya cinta pada nusa ke segala bangsa beserta agamanya. Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah ini adalah salah satu jalan buat membukakan diri supaya tercapai arah tujuan tersebut.

Suryalaya 10 November 1960

Ttd.
(KH. A Shohibulwafa Tajul ‘Arifin).


----------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

Tunjukkan Padaku Jika Kau S'lalu Mencintaiku


Author: Abu Aufa

Mengungkapkan cinta? Wuih... buat sebagian orang, mungkin itu hal yang biasa, bahkan teramat biasa. Sana-sini tebar pesona, bagai Ramli si Raja Chatting atau Arjuna si Pencari Cinta. Emang, dahsyatnya ungkapan cinta kepada seseorang, jangankan ke gurun atau ke kutub, luasnya laut siapa takut. Setia menemani sang kekasih dalam samudra cinta, walaupun rakit hanya terbuat dari gedebong pisang yang diikat daun ilalang. Kayuhan tangan pecinta berlayarkan secarik hati yang telah menyatu, yakin menggapai cinta-Nya hingga ujung waktu.

Cinta... selalu mengharu-biru perasaan manusia. Cinta kadang tersaji dalam hidangan alunan nada menye-menye melankolik, namun cinta juga bagaikan mutiara yang dapat menjanjikan keamanan, ketentraman dan kedamaian. Duahsyaat nian!!! Karena itu, Syaikh Yusuf Al-Qardhawiy pun pernah menganalogikan cinta ibarat quwwah maghnathisiyyah (kekuatan gaya grafitasi), apabila kekuatan gaya grafitasi dapat menahan bumi dan bintang-bintang dari saling bertumbukan, maka cintalah yang menjadi kekuatan penahan dari terjadinya benturan antar manusia yang menyebabkan terjadinya kehancuran.

Menunjukkan cinta kita kepada yang dicintai, sangatlah dianjurkan dalam Islam. Dalam suatu riwayat, Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam mengajarkan kepada kita untuk menunjukkan cinta secara zahir. Suatu ketika Abdullah bin Sarjas radhiyallahu'anhu berkata kepada beliau, "Aku mencintai Abu Dzar." Tanya Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam, "Apa sudah kau kabarkan kepadanya?" "Belum," lalu Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam memerintahkan agar ia memberitahukan kecintaannya itu kepada Abu Dzar. "Wahai Abu Dzar, aku mencintaimu karena Allah Subhanahu wa Ta'ala," ucap Abdullah. "Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mencintaimu, yang engkau cintai aku karena-Nya," balas Abu Dzar.
Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam lalu bersabda, "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberi pahala bagi siapa yang mengatakan perkataan itu."

Subhanallah... begitu besar imbalan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada seseorang yang selalu menunjukkan cinta kepada saudaranya. Apalagi dengan membiasakan mendoakan saudaranya dari jauh, mengucapkan salam, berjabat tangan bila berjumpa, saling memberi hadiah, menziarahi bahkan dengan hanya seulas senyum termanis yang dimilikinya.

Kalo gitu sah-sah aja dong, mengatakan "Aku cinta padamu duhai ukhti," kepada akhwat atau sebaliknya, 'Akhi, aku mencintaimu," idih... ini sih emang maunya! Gedubrak!!! Sah-sah aja sih, namun menurut Ustadz Bukhori Yusuf Lc, MA bisakah hati ini tulus menyatakan cinta itu hanya semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta'ala? Menurut beliau lagi, seluruh sisi wanita adalah daya tarik bagi laki-laki, wuih...., karena itu dalam pandangan syar'i hal ini dapat menjadi suatu problema, dan belum pernah ditemukan dalam khazanah Salafus Shalih radhiallahuanhum. Wilayah sensitif banget nih, amannya sih emang gak perlu dinyatakan kecuali kalo udah suami istri, ehm...

Cinta sejati emang hanyalah pantas ditunjukkan pada Sang Pemilik Cinta, hinggalah jiwa-jiwa ini bersinar dengan cahaya iman yang mengaliri denyut nadi dan butiran darah untuk mematuhi gerak titah-Nya. Merekalah yang dengan cinta-Nya akan memancarkan nuruhum yas'a baina aidihim wa bi aimanihim (cahaya yang memancar di depan dan kanan mereka) hingga tercipta keindahan akhlak adzilatin 'alal mukminina a'izatin 'alal kafirin (lemah lembut kepada orang mu'min dan bersikap keras terhadap orang kafir).

Ya akhi wa ukhti fillah,
Tunjukkan selalu cintamu pada saudaramu, berikan senyum terindah, jabat erat tangannya, peluk dengan penuh cinta bagaikan cintanya seorang ibunda kepada ananda serta katakan, "Inniy uhibbuka fillahi ta'ala, aku mencintaimu karena Allah Subhanahu wa Ta'ala," dan balas cinta saudaramu dengan senyum bahagia, jabatan tangan yang tak kalah erat, raih pelukannya seraya mengatakan, "Uhibbukal ladzi ahbabtani lahuu, aku mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku karena-Nya."

*Segarnya tetesan embun pagi / Biaskan indahnya sinar mentari
Angin yang semilir sejukkan hari / Gambarkan kuasa Illahi

Kuikuti jalannya hari / Kini kucoba tuk fahami dunia
Betapa mempesonanya alam / Terkuak misteri kehidupan

Andai semua seindah bintang / Menepis kegelapan
Menabur kasih antara kita / Terbingkai keihklasan
Warnai persaudaraan Islam

Bila malam telah menjelang / Kupandangi bintang kian benderang
Kurangkai sebait doa pada-Mu
Tunjukilah kami, luruskanlah kami dalam mengarungi kehidupan
(Notes: Dikutip dari lirik nasyid Nuansa Kehidupan-Nuansa)

Wallahua'lam bi showab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

(Inniy uhibbuka fillahi ta'ala, ikhwah fillah)

-----------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------

Sesungguhnya Allah Mendengar Doa Hamba-Nya

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, doa merupakan bentuk ibadah yang paling agung di sisi Allah ta’ala. Diriwayatkan dari shahabat Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Doa adalah ibadah”, kemudian setelah itu beliau membaca ayat “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir:60) (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no.714)
Di dalam hadits lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda tentang keutamaan doa, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah ta’ala, selain doa” (Musnad Imam Ahmad, 8733. Syu’iab Al Arnauth berkata hadits ini hasan)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebutkan bahwa doa adalah ibadah, artinya, doa adalah rukun utama dalam ibadah kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu, barang siapa yang enggan dan malas-malasan dalam beribadah, dapat dipastikan bahwa orang tersebut enggan untuk berdoa dan memohon hidayah kepada Allah ta’ala . (Lihat Fathul Baari, Syamilah 18/55 )
Doa merupakan kunci dari segala macam kebaikan. Seorang hamba tidak akan mampu untuk melaksakan ketaatan kepada Allah ta’ala melainkan dengan taufiq dan hidayah dari Allah ta’ala, dan taufiq dab hidyah Allah tidak lepas dari doa seorang hamba kepada Rabb-nya. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan sebuah doa kepada Mua’dz bin Jabal radhiyallahu’anhu agar dibaca setiap kali selesai dari sholat “Ya Allah, bantulah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu”(Sunan Abu Daud, 1522. Syaikh Al Albani berkata hadist ini shohih)
Allah ta’ala menjanjikan akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya, dan Allah ta’ala tidak akan menyelisihi janjinya. Bahkan Allah ta’ala akan marah ketika ada seorang hamba yang enggan berdoa kepada-Nya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang tidak mau berdoa kepada Allah ta’ala, maka Allah murka kepadanya” (HR. Tirmidzi,3373. Syaikh Al Albani menilai hadits ini hasan). Ath Thibiy rahimahullahu mengatakan hadits ini menunjukkan bahwa Allah ta’ala sangat senang ketika seorang hamba berdoa kepada Allah ta’ala. (Lihat Fathul Baari, Syamilah, 18/55)
Berdoalah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala
Para pembaca yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, doa merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah ta’ala, dan ibadah hanyalah hak mutlak Allah ta’ala, tidak ada satu pun bentuk ibadah dari seorang hamba yang boleh ditujukan kepada selain Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman, “Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang berdoa kepada selain Allah, tidak ada yang dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat, dan mereka adalah orang-orang yang lalai dari doa mereka” (QS. Al Ahqaf : 5)
Allah ta’ala adalah Dzat yang Maha Kaya dan Kuasa untuk mengabulkan permintaan seluruh hamba-Nya. Tidaklah akan mengurangi kekuasaan Allah sedikitpun seandainya Allah ta’ala memenuhi seluruh permintaan hambanya, kecuali hanya bagaikan berkurangnya air laut tatkala ada sebuah jarum yang dicelupkan ke dalamnya. Maka hendaklah setiap muslim hanya mengadu dan berdoa hanya kepada Allah ta’ala dalam seluruh perkara yang dihadapinya.
Mengapa Doaku Tidak Kunjung Dikabulkan[?]
Banyak orang berdoa kepada Allah ta’ala, akan tetapi banyak di antara mereka merasa doanya tidak dikabulkan. Hal semacam ini sering menimpa kaum muslimin pada umumnya. Mereka berharap doa yang dia panjatkan dapat segera terealisasi. Inilah yang disebut dengan “tergesa-gesa dalam berdoa”. Seorang muslim sudah sepatutnya menghindari sikap semacam ini, karena sikap tersebut merupakan salah satu penghalang terkabulnya doa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Akan dikabulkan doa salah seorang diantara kalian selama tidak tergesa-gesa dalam berdoa.” Kemudian beliau ditanya, Wahai Rasulullah bagaimanakah bentuk tergesa-gesa dalam berdoa? beliau menjawab, “Seseorang yang berdoa kemudian mengatakan, aku telah berdoa kepada Allah tetapi Allah tidak segera mengabulkan doaku”.(Sunan Ibnu Majah, Syaikh Al Albani menilai hadits ini shahih)
Ibnu Hajar rahimahullahu menjelaskan bahwa seluruh doa yang baik, hakikatnya dikabulkan oleh Allah ta’ala, akan tetapi dengan bentuk pengabulan yang bermacam-macam, terkadang Allah langsung memberikan apa yang diminta atau terkadang Allah memberikan pengganti yang serupa, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa di dalamnya, tidak pula doa yang memutus silaturahmi, melainkan Allah ta’ala akan memberikan satu di antara tiga hal, mungkin Allah akan merealisasikan doa tersebut, atau mungkin dengan doa tersebut Allah akan menyelamatkannya kelak di akhirat, atau mungkin Allah akan menghilangkan dari diri orang tersebut kesulitan yang semisal.(Musnad Ahmad, derajatnya hasan shohih)” (Lihat Fathul Baari, Syamilah. 18/55)
Dikisahkan seorang tabi’in, yaitu Rabi’ bin Khutsaim berkata kepada ‘Alqamah bin Qais, seorang tabi’in yang lain, tentang banyaknya manusia berdoa kepada Allah ta’ala akan tetapi betapa sedikit doa mereka yang dikabulkan. Rabi’ bin Khutsiam mengatakan, “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima doa melainkan doa-doa yang baik saja (yaitu doa yang ikhlas)”, perkataan yang serupa juga dikatakan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu. Beliau radhiyallahu’anhu mengatakan: “Allah tidak akan mendengar doa dari orang yang sum’ah, orang yang riya’ dan orang yang tidak serius dalam berdoa. Allah hanyalah mendengar orang yang berdoa dengan kemantapan dalam hatinya. (Lihat Adabul Mufrad, no.606, Syamilah. 1/212 )
Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah ta’ala, demikianlah seorang muslim, senantiasa memeriksa apakah doa yang dia panjatkan kepada Rabb-nya adalah doa yang baik dan sudah sesuai dengan petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, ataukah sebaliknya, bukan kemudian berburuk sangka kepada Allah ta’ala dan putus asa terhadap janji Allah ‘azza wa jalla.
Bersungguh-sungguh dalam Berdoa kepada Allah ta’ala
Salah satu tata cara doa yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah bersungguh-sungguh dalam berdoa kepada Allah ta’ala. Rasulullah shalallahi’alaihi wa salam bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian berdoa, maka janganlah katakan: Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, akan tetapi bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, dan perbesarlah harapan, karena Allah tidak akan merasa keberatan dengan sesuatu yang Dia berikan kepada hamba-Nya”.(HR. Muslim. no.2679)
Hendaklah seorang muslim berdoa kepada Allah ta’ala dengan doa yang mencakup seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat. Sebagian orang berdoa kepada Allah meminta kebaikan yang sangat terbatas, sebagian mereka berdoa, “Ya Allah berikanlah kepadaku ini dan itu”, ataupun doa yang semisalnya, yang hanya bersifat materi dan duniawi. Lihatlah bagaimana bentuk doa yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, dan beliau senantiasa mengulang-ulang doa ini pada setiap kesempatan, “Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksaan api neraka”.(HR. Muslim)
Salah satu cara bersungguh-sungguh dalam dalam berdoa adalah memahami doa yang diucapkan. Sebagian orang lalai dari memahami dan mengerti makna doa yang diucapkannya. Seakan-akan keluar dari mulut mereka lafadz-lafadz doa berbahasa arab, sementara hati-hati mereka kosong akan makna doa tersebut. Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan, ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai”.(HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Abani)
Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah menjelaskan tentang waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. Diantaranya adalah saat sepertiga akhir malam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Rabb kami tabaraka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia, hingga tersisa sepertiga akhir malam, kemudian Allah berfirman: barangsiapa yang berdoa, maka akan Aku kabulkan, barangsiapa yang meminta, akan Aku beri dan barangsiapa yang meminta ampun, Aku akan mengampuninya”(HR. Bukhari)
Waktu yang lainnya adalah waktu-waktu di antara adzan dan iqamah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak”(HR.Abu Daud, Syaikh Al Albani menilai shahih)
Diantara waktu lain yang mustajab untuk berdoa adalah ketika sujud, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Saat terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud, maka ketika itu perbanyaklah doa”(HR. Muslim)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga bersabda, “Pada hari Jumat, terdapat suatu waktu, yang tidaklah pada waktu itu seorang hamba berdoa meminta kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya, beliau berisyarat dengan tangan beliau, menunjukkan betapa singkatnya waktu tersebut. (HR. Bukhari)
Dan waktu-waktu lainnya yang terdapat keterangannya dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam
Menjauhi Perkara-Perkara yang Diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
Salah satu penghalang terkabulnya doa seorang hamba adalah bergelimangnya hamba tersebut dengan benda-benda dan harta yang diharamkan oleh Allah ta’ala. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah mengkisahkan seorang laki-laki yang menempuh suatu perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, dia menengadahkan kedua tanganya ke langit (berdoa kepada Allah) : Ya Rabbi, Ya Rabbi. Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia tumbuh dengan harta yang haram. Kemudian beliau mengatakan: Bagaimana mungkin doanya bisa dikabulkan? (HR. Muslim)
Syaikh ‘Abdurrazaq Al Badr hafidzohullah menjelaskan bahwa hadits ini juga mengisyaratkan bahwa seorang yang berdoa hendaklah menjauhi kemaksiatan dan segera bertaubat dari kemaksiatan yang dilakukan. (Rekaman ceramah Syaikh ‘Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr dengan judul Fiqhu Ad Dua)
Mengangkat Tangan Ketika Berdoa
Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan salah satu tuntutan dalam agama ini. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya Rabbmu itu Maha Pemalu dan Maha Mulia, malu dari hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya (berdoa) kepada-Nya kemudian menariknya kembali dalam keadaan hampa kedua tangannya.”(HR. Muslim)
Tidak diragukan lagi bahwa berdoa dengan mengangkat tangan adalah disyariatkan bahkan merupakan sebab terkabulkannya doa. Akan tetapi hal ini menyisakan sebuah pertanyaan, apakah mengangkat tangan disyariatkan dalam setiap doa?
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa doa dalam masalah mengangkat tangan dirinci menjadi tiga rincian. Yang pertama adalah doa yang disyariatkan untuk mengangkat tangan, semacam doa istisqa’ (doa meminta hujan), maka pada doa ini disunnahkan mengangkat tangan. Kedua, doa yang tidak disyariatkan untuk mengangkat tangan, semisal doa-doa di dalam sholat, seperti doa ketika sujud dan doa setelah tasyahud, maka terlarang mengangkat tangan pada keadaan ini. Ketiga, doa yang tidak ada keterangan, apakah mengangkat tangan ataukah tidak, maka doa semacam ini kembali kepada hukum asal adab berdoa, yaitu mengangkat tangan. (Lihat Syarah Arbain Nawawiyah, Ibnu Utsaimin, hal. 173)
Syaikh Ali Hasan Al Halaby hafidzohullahu meringkas, tentang masalah mengangkat tangan ketika berdoa. Intinya, ada tiga keadaan dimana seseorang disyariatkan mengangkat tangan ketika berdoa. Pertama adalah ketika doa istisqa’ (doa meminta hujan), kedua adalah ketika doa qunut dan yang ketiga adalah ketika berdoa dengan doa mas’alah (doa meminta sesuatu kepada Allah). Jenis doa yang ketiga ini, yaitu doa mas’alah tidak terikat dengan waktu maupun tempat, bisa jadi ketika tengah malam, pagi hari, siang hari, di masjid, di rumah atau yang lainnya.
Dalilnya adalah hadits yang telah lewat tentang disyariatkan mengangkat tangan ketika berdoa, doa dalam hadits tersebut adalah doa mas’alah. Sehingga berdoa selain doa mas’alah (meminta sesuatu) tidaklah disyariatkan untuk mengangkat tangan, semisal doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa memakai pakaian dan yang semisalnya, maka doa-doa semacam ini tidak disyariatkan mengangkat tangan. (Diringkas dari rekaman ceramah Syaikh Ali Hasan Al Halaby berjudul Ad Dua wa Atsaruhu)
Bagaimanakah jika Seseorang Berdoa dengan Selain Bahasa Arab?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu pernah ditanya tentang hukum berdoa dalam sholat dengan menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Beliau menjelaskan, adapun berdoa secara umum (doa di luar sholat), maka boleh dengan bahasa apapun selain bahasa Arab, terlebih lagi jika orang tersebut menjadi lebih tahu dan mantap dengan doa yang dia panjatkan. Karena sesungguhnya Allah ta’ala Maha Mengetahui maksud dan keinginan orang yang berdoa kepada-Nya. (Majmu’ul Fatawa 22/488-489)
Akan tetapi, tidak diragukan lagi bahwa berdoa dengan doa yang disyari’atkan, sebagaimana tercantum dalam Al Quran dan As Sunnah adalah lebih utama. Lafadz-lafadz doa yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah lafadz doa yang paling utama. Oleh karena itu hendaklah seorang muslim senatiasa berusaha untuk berdoa dengan doa-doa yang disyariatkan, yaitu doa yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah. (Majmu’ul Fatawa, 1/346-348).
Demikianlah apa yang dapat kami nukilkan dari penjelasan para ulama. Semoga dapat memberikan manfaat. Semoga Allah ta’ala menerima setiap amal ibadah dan mengabulkan setiap doa kita. Innallaha mujibud du’at. Wallahu ta’ala a’lamu bi showab.

---------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

Hak dan Kewajiban Suami Istri

Hak Pasutri ImageBicara soal hak & kewajiban akan lebih nyaman jika keduanya berjalan seirama, terlebih dalam urusan rumah tangga. Malam itu saya menyaksikan acara televisi dari sebuah stasiun televisi swasta yang dipandu oleh Helmi Yahya dan Dian Nitami. Yah suatu acara realita yang menampilkan sepasang suami istri dengan masalah yang menurut saya adalah aib rumah tangga yang tak sepantasnya dibuka didepan umum serta disaksikan jutaan orang walaupun semua peserta pada saat itu menutupi wajahnya dengan menggunakan topeng, Aib tetaplah aib yang tidak sepantasnya dibuka didepan umum.

Namanya hidup, manusia tidak akan pernah terlepas dari sebuah masalah. Didalam rumah tangga sumber masalah yang pernah diajarkan kepada saya ada 3 macam, pertama Masalah yang datangnya dari si suami atau istri itu sendiri, banyak macamnya mulai dari masalah ekonomi, selingkuhan, cemburu, curiga dll. Yang kedua masalah yang bersumber dari tetangga, biasalah sirik-sirikan, ngga terima kalau diomongin lah, ngga terima kalau air talang jatuh ke halamannya dan masih banyak lagi…. Yang ketiga masalah yang datang dari anak, untuk masalah yang ini perlu extra hati2, sebab sekali salah kita mendidik atau mengarahkan akan mempengaruhi pribadi mereka kelak.

Bagaimana yah caranya agar rumah tangga kita rukun selalu, damai sentosa?? Secara umum tidak mungkin yang namanya hidup seorang manusia terlepas dari yang namanya masalah termasuk saya sendiri, sebab hanya dari sebuah masalah kita bisa belajar. Semoga artikel dibawah ini bisa membantu kita untuk lebih saling menghormati antara suami dan istri, yup….dengan lebih saling menghargai, memahami, mengerti dan melaksanakan hak dan kewajiban antara suami istri insya allah kita bisa meminimalisir yang namanya pertikaian dalam kehidupan rumah tangga.

A. Hak Suami Atas Istri

Ketahuilah bahwa seorang suami adalah pemimpin di dalam rumah tangga, bagi istri dan anak-anaknya. Karena memang Allah ta’ala telah menjadikannya sebagai pemimpin. Firman Allah ta’ala dalam suroh an Nisaa’ ayat 34 :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.”

Di antara hak suami yang harus dipenuhi oleh sang istri adalah :

1. Taat kepada suami selama dia tidak menyuruh berbuat maksiyat kepada Allah ta’ala.

Diwajibkan seorang istri taat kepada suami, karena keridhoan Allah ta’ala terletak pada keridhoan suami dan kemurkaan Allah ta’ala terletak pada murka suami. Hendaklah seorang istri tidak membuat sesuatu yang dapat menimbulkan kebencian suaminya, tidak bermuka masam, maksimal dalam melayaninya, tidak menampakkan seolah-olah tidak menyukainya, ikhlas dan jujur lahir bathin dengan kondisi suami. Kewajiban taat kepada suami merupakan perintah Allah ta’ala dan Rosul Nya Shalallahu ‘Alaihi Wasallam , kewajiban ini merupakan kewajiban yang besar dan utama diantara kewajiban-kewajiban yang lain, sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda :

“Sekiranya aku boleh memerintahkan orang bersujud kepada orang lain, niscaya akan aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya.”

Dalam riwayat yang lain dikatakan dari Aisyah Radhiallahu ‘Anha :

“Aku bertanya kepada nabi SAW, siapakah orang yang mempunyai hak sepenuhnya atas seorang istri?” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab : “Suaminya.” Aku bertanya lagi : ” siapakah orang yang mempunyai hak sepenuhnya atas seorang suami?” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab : ” Ibunya.” (HR. al Hakim).

2. Menjaga kehormatan suamimya, hartanya dan rahasia rumah tangga serta tidak menceritakannya kepada orang lain.

Seorang istri hendaklah mampu menjaga kehormatan dirinya dan suaminya, jangan membiarkan ada laki-laki asing masuk ke rumahnya tanpa seizing suaminya serta tidak melakukan perbuatan dan sikap yang dapat menjatuhkan kehormatan dan harga diri suami, seorang istri juga hendaknya mampu menjaga dengan baik harta suaminya, tidak boros dalam penggunaan dan membelanjakan harta tersebut atas izin suaminya.

3. memenuhi dan tidak menolak ajakan suami, apabila seorang suami mengajak istrinya tidur, janganlah dilambatkan atau ditolak, dia wajib memenuhinya kecuali ada udzur syar’I seperti haidh, nifas atau sedang puasa yang fardhu.

4. Tidak berpuasa sunnah kecuali dengan izin suami, tidak keluar rumah kecuali dengan izin suami, tidak menyakiti suami baik dengan ucapan atau perbuatan serta berbuat baik dengan orang tua dan kerabat suami.

Termasuk kewajiban seorang istri terhadap suami adalah tidak melaksanakan shoum sunnah kecuali seizing suaminya dan tidak keluar meninggalkan rumah kecuali dengan izin suaminya, ketika keluar hendaklah berpakaian syar’I yang menutup semua auratnya dan menjaga kesopanan dan akhlak baik.

5. Banyak bersyukur kepada suami dan tidak banyak menuntut, tidak mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah dia berikan kepada suami dan keluarganya baik berupa harta dan lainnya.

Bersabda Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam :

“Hak suami atas istrinya adalah, tidak boleh menolak permintaannya terhadap dirinya meskipun dia berada diatas kendaraan, dan tidak boleh berpuasa sunnah walaupun sehari kecuali dengan izin suaminya, dan jika dia melanggar maka berdosa dan tidak diterima amalnya, dan tidak boleh memberi sesuatu dari dalam rumahnya kecuali dengan izin suaminya, jika dia berbuat itu maka pahalanya untuk suaminya dan dosa un tuk istrinya, dan tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya, jika dia melanggar akan dilaknat oleh Allah ta’ala dan malaikat Nya sampai dia bertaubat atau kembali meskipun suaminya dzholim.” ( HR. ath Thoyalisi )

Bersabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam :

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada dirumah kecuali dengan izinnya.” ( HR. Muttafaqun ‘alaihi. )

Bersabda Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam :

“Jika seorang suami mengajak istrinya tidur diranjang dan istrinya menolak sehingga suaminya marah pada malam itu, maka istri tersebut dilaknat oleh malaikat sampai pagi hari.” ( HR. Bukhori no. 2998)

6. Senantiasa menyenangkan suami, berhias dan tidak bermuka masam, murah senyum serta tidak menampakkan hal-hal yang tidak disenangi suami.

Bersabda Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam :

“Sebaik-baik wanita ialah jika kau memandangnya menyenangkanmu, jika kau perintah menta’atimu, jika kau tinggalkan dia menjaga dirinya dan memelihara hartamu.” (HR Abu Daud).

7. Membantu suami dalam menegakkan nilai-nilai Islam dalam rumah tangga dan lingkungan sekitar, dalam berjihad fii sabiilillah meninggikan kalimat Allah ta’ala dan tidak memjadi penghalang suami dari syari’at Allah ta’ala dan Rosul Nya Shalallahu ‘Alaihi Wasallam .

Firman Allah ta’ala :

“Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara Isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu* Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS, at Taghoobun ; 14)

* Maksudnya: kadang-kadang isteri atau anak dapat menjerumuskan suami atau ayahnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama.

Firman Allah ta’ala dalam suroh al Anfal ayat ; 28 :

” Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Dalam ayat diatas Allah ta’ala menegaskan bahwa anak, istri dan harta bisa menjadi penghalang seorang suami dari jalan Allah ta’ala, maka hendaklah seorang istri memperhatikan hal ini, sehingga dia mampu menjaga dari fitnah ini serta dapat membantu suami dalam kebaikan dan ibadah kepada Allah ta’ala.

Seorang istri wajib membantu suaminya agar tetap berbakti kepada orang tuanya, menjalin silahturahmi dengan kerabatnya dan istri-istrinya yang lain, tidak membuat sikap yang dapat menyakitkan hatinya atau menjadi penghalang suami dalam bersikap yang sesuai syari’at dan beramal sholih.

Janganlah seorang istri bersikap acuh tak acuh, tidak peduli dengan suaminya, membebani suaminya dengan sesuatu yang berada diluar kemampuannya.

Hendaklah seorang istri menjadi factor pendorong dan motivasi bagi suami dalam beribadah kepada Allah ta’ala, berjihad di jalan Allah, berdakwah dan berakhlak yang baik disekitarnya sehingga menjadi uswah (teladan) bagi lingkungan sekitarnya.

B. Hak Istri Atas Suami

1. Suami wajib memberikan nafkah dari harta yang halal

Seorang suami wajib memberikan makanan, pakaian dan tempat tinggal bagi istri dan anak-anaknya dari rizki Allah yang dia peroleh, tidak boleh kikir dan boros, jika istri sakit maka suami wajib mengobatinya walaupun penyakit tersebut parah dan menyebabkan istri tidak dapat menjalankan kewajibannya, seorang suami wajib berakhlak dan bersikap yang baik kepada istri-istrinya.

Firman Allah ta’ala dalam suroh ath tholaq ayat 6-7 :

“Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.* Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”

2. Seorang suami wajib menyelesaikan maharnya dan melayani serta bergaul dengan akhlak yang baik kepada istrinya.

Suami wajib memenuhi apa yang telah dijanjikan kepada istrinya, selagi hal-hal yang dijanjikan tersebut tidak melanggar syar’I, berbahaya dan memutus silaturahmi, suami wajib menyelesaikan mahar yang belum diterima istrinya, seorang suami wajib adil dalam nafkah kepada istri-istrinya.

Seorang suami wajib berakhlak yang baik kepada istri-istrinya, tidak menyakitinya, tidak memukul wajah dan menjelek-jelekan istri dan kerabatnya, seorang suami selalu berusaha menyenangkan hati istrinya serta sabar dalam menghadapi sikap-sikap buruk yang ada pada istri-istrinya.

Firman Allah ta’ala dalam suroh an Nisaa’ ayat 19 :

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka Karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang Telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Bersabda Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam :

“Orang yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan diantara kalian yang paling baik adalah orang yang paling baik akhkalnya kepada istrinya.” (HR. Tirmidzi, No. 1082).

Bersabda Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam :

“Bersikap baiklah kepada para istri! Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan tulang rusuk yang bengkok adalah yang berada di atas. Jika engkau luruskan (dengan keras) maka dia akan patah, tetapi jika engkau biarkan maka dia akan selamanya bengkok.” (HR. Bukhori, No. 3084 & 4787).

3. Wajib melindungi istri dari segala perkara yang dapat membahayakannya dan memenuhi kebutuhan bathinnya.

Seorang suami wajib menjaga nama baik dan kehormatan istrinya, melindunginya dari perkara-perkara yang dapat membahayakannya dan yang merendahkan kehormatannya, baik kemadhorotan yang bersumber dari luar atau dari dalam diri istrinya, seperti kerusakan akhlak dan tidak komitmen dengan syari’at. Seorang suami juga wajib memenuhi kebutuhan bathin istrinya, karena istripun berhak mendapatkan kepuasan seksual dari suaminya, selagi tidak ada udzur, seorang suami yang menjauhi persetubuhan dengan istrinya dia telah terjatuh dalam perbuatan dosa dan maksiyat serta menghilangkan hikmah dari sebuah pernikahan.

Firman Allah ta’ala :

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” ( QS. Al Baqoroh ; 222 ).

4. Mengajarkan ilmu agama kepada istrinya dan menasehatinya dengan cara yang baik.

Seorang istri berhak mendapatkan pelajaran ilmu agama dari suaminya atau kesempatan belajar dari orang alim lainnya, dengan tetap menjaga hijab dan akhlaknya, seorang suami harus mengawasi istrinya dalam pelaksanaan terhadap syari’at dan komitmennya, suami berkewajiban mengingatkan dan menasehati istrinya dengan cara yang baik ketika menyimpang dari syari’at, jangan membiarkan istrinya larut dalam kesalahan dan dosa, bersabar dalam menghadapi semuanya.

Firman Allah ta’ala :

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” ( QS. Thohaa ; 132 ).

5. Berlaku adil kepada para istri jika seorang suami memiliki lebih dari seorang istri.

Inilah beberapa hak dan kewajiban suami istri, hendaklah memperhatikan masalah ini semua karena kelak semuanya akan diminta pertanggung jawabannya di hadapan Allah ta’ala pada hari akhir nanti. Semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan hidayah, taufiq dan pertolongannya kepada kita semua sehingga kita mampu melaksanakan semua perintah dan larangan-larangan Nya. Amin.

C. Nasehat Untuk Suami – Istri

1. Bertaqwa kepada Allah ta’ala baik dalam keadaan bersama atau sendiri.

2. Wajib menegakkan keta’atan kepada Allah ta’ala dan menjaga batas-batas Nya di dalam rumah tangga.

3. Melaksanakan kewajiban sholat lima waktu,puasa, zakat/shodaqoh, haji, berbuat baik kepada orang tua dan meminta pertolongan hanya kepada Nya saja.

4. wajib menuntut ilmu syar’I, mendatangi majelis-majelis ilmu yang didalamnya diajarkan kitab Allah ta’ala dan sunnah nabi Nya SAW menurut pemahaman para shohabat Radhiallahu ‘Anhu.

5. Tegakkanlah sholat-sholat sunnah didalam rumah, terutama sholat lail.

6. Perbanyak dzikir kepada Allah ta’ala dan tilawah Qur’an, seperti melazimi dzikir pagi dan sore hari.

7. Bersabar atas setiap musibah yang menimpa keluarga dan bersyukur kepada Allah ta’ala atas setiap ni’mat-ni’mat Nya.

8. Terus-menerus instropeksi diri antara suami-istri, saling menasehati, tolong menolong dan saling mendoakan kebaikan serta saling mema’afkan, jangan gengsi dan egois sehingga larut dalam pelanggaran terhaap syari’at.

9. Banyak bershodaqoh dan infaq serta membantu orang-orang yang memerlukan pertolongan.

10. Jauhilah semua perbuatan syirik, kufur, bid’ah dan maksiyat. Karena ini semua dapat menyebabkan kelemahan dalam diri dan rumah tangga.

Sumber : VOA-ISLAM

--------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------

Hadits dan Ayat Alqur’an Tentang Pernikahan

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang
isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga
memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka
Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih &
sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari
isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah
dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah
berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang
diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady
dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum
21)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara
kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba
sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN
MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”
(An Nuur 32)

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan,
supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat
49)

“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu
perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra
32)

“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang,
kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar
menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang
keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang
baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”
(An-Nur 26)

“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu
nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An
Nisaa : 4)

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka,
bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu :
berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan
menikah” (HR. Tirmidzi)

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat)
dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah
syaithan” (HR. Abu Dawud)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang
telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah.
Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan
pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa
yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena
sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya”
(HR. Bukhori-Muslim)

“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat,
sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di
antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai
mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari
Abdullah Ibnu Abbas ra).

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir,
hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang
wanita yang tidak disertai mahramnya, karena
sesungguhnya yang ketiga adalah syetan” (Al Hadits)

“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan
sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang
sholihah” (HR. Muslim)

“Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau
senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia
(dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima
(lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan
kerusakan yang luas” ( H.R. At-Turmidzi)

“Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh
Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh
agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada
separuh yang lain” (HR. Al-Hakim dan At-Thohawi)

“Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri,
apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila
diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga
harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (Al
Hadits)

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : 1.
Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. 2.
Budak yang menebus dirinya dari tuannya. 3. Pemuda / i
yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang
haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

“Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu
menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih
terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara”
(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud)

“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang
mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu
sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)

“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah
kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku
bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah
umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan
sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”
(HR. Bukhari)

“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang
hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling
hina adalah kematian orang yang memilih hidup
membujang” (HR. Abu Ya¡Â?la dan Thabrani)

“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang
siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih
lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan
terhormat” (HR. Ibnu Majah,dhaif)

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang
yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah
akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan
menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau
akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan
akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu
dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita
karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya,
Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan
memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita
karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan
kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya
karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya
atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah
senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan
itu padanya” (HR. Thabrani)

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya,
mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan
kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin
saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan
tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab,
seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk
wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah
bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang
karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan
kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR.
Muslim dan Tirmidzi)

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang
paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al
Baihaqi dengan sanad yang shahih)

“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau
lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah,
maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi
wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

“Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang
sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad)

“Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu
Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij
dari An Nasa’i)

“Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor
kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan)
untuk beralih kepada ibadah melulu.” (HR. Bukhari)

“Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan)
dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah”. (HR. Muslim)

“Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: “Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah
kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya,
jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda)
bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad)

“Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah
dan bila seorang gadis maka harus seijinnya (persetujuannya),
dan tanda persetujuan seorang gadis ialah
diam (ketika ditanya). “(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Kawinilah gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih sedap mulutnya
dan lebih banyak melahirkan serta lebih rela
menerima (pemberian) yang sedikit.”(HR. Ath-Thabrani)

“Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan
suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia
melihat wanita itu.” (HR. Bukhari)

“Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka
dia (isteri itu) akan masuk surga. “(HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

“Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami
dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya
dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya,
tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang
yang tidak disukai suaminya. “(HR. Ath-Thabrani)

“Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya
ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. “(Mutafaq’alaih)

“Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan
kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan
memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena
besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya.”(HR. Ahmad)

“Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan isterinya
hendaknya lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai
hajatnya sebelum selesai isterinya, hendaklah dia sabar menunggu
sampai isterinya selesai hajatnya. “(HR. Abu Ya’la)

“Apabila seorang di antara kamu menggauli isterinya,
janganlah menghinggapinya seperti burung
yang bertengger sebentar lalu pergi. “(HR. Aththusi)

“Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada
hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya
menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan
rahasia isterinya kepada orang lain. “(HR. Muslim)

“Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok.
Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh
manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya
maka kamu mematahkannya. “(HR. Ath-Thahawi)

“Talak (perceraian) adalah suatu yang halal yang
paling dibenci Allah. “(HR. Abu Dawud dan Ahmad)

“Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius)
dan guraunya (main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian,
nikah dan rujuk. “(HR. Abu Hanifah)

“Apabila suami mengajak isterinya (bersenggama) lalu isterinya
menolak melayaninya dan suami sepanjang malam jengkel
maka (isteri) dilaknat malaikat sampai pagi. “(Mutafaq’alaih)

“Allah tidak akan melihat (memperhatikan) seorang lelaki yang
menyetubuhi laki-laki lain (homoseks) atau yang
menyetubuhi isteri pada duburnya. “(HR. Tirmidzi)

-------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------